Pada masa depan yang dinanti bersama,
sekelompok anak menyematkan harapan.

Yang tua berkelakar di tengah ruangan:
bahwa cita-cita harusnya dilempar ke keranjang berdebu, yang mengumpulkan harapan-harapan bau.
Tawa besar menggelegar.
Gelak suara sambung-menyambung, tanpa putus nafas ditarik.

Sekelompok anak berjongkok di pojok,
mengambil cita-cita dari dalam keranjang berdebu.

Yang satu merapihkan kerut.
Yang satu membuka lipat-lipat yang tak terhitung jumlah.
Yang satu meniup harap besar-besar
Yang satu menjalin niat-niat sederhana, menjadi asa tanpa ujung henti.

Masing-masing menanti masa depan.
Masing-masing percaya:
Yang besar akan runtuh.
Tunas akan tumbuh.

Mereka ingin mencipta bayang.